Pemprov Mulai Garap Zona Inti, Akses Masjid Banten Lama Dialihkan

  • Shiyabatus Sakhowah
  • 44 Views
  • 11 Jul 2018
-

Proyek pembangunan revitalisasi kawasan Banten Lama mulai memasuki tahapan utama, yakni pembangunan zona inti kawasan wisata ziarah tersebut yang meliputi kawasan sekitar Masjid Banten Lama. Untuk mempersiapkan pembangunan di tahap itu, Pemprov Banten berencana melakukan rekayasa akses menuju dan dari kawasan Masjid Banten Lama.

“Rekayasa dimaksud berupa pengalihan akses masuk keluar Masjid Banten Lama melalui Terminal Sukadiri. Karena akses utama yang sekarang itu nanti akan ditutup selama proses pembanGunan zona inti dilakukan,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy usai memimpin rapat terkait persiapan pembangunan zona inti dalam proyek revitalisasi Banten Lama, di kantornya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Rabu (11/7/2018).

Dijelaskan Wagub yang juga bertindak sebagai Koordinator/Penanggungjawab Revitalisasi Banten Lama Pemprov Banten, pengalihan akses bagi peziarah menuju dan dari Masjid Banten Lama akan mulai dilakukan setelah proses rekayasa atau penyediaan akses alternatif yang melalui kawasan Terminal Sukadiri selesai dilakukan.

Pembuatan akses pengganti tersebut, kata Wagub, juga akan dibarengi dengan penyiapan lahan pengganti bagi para PKL atau pedagang untuk berdagang selama akses utama Masjid Banten Lama dialihkan. “Ada ratusan PKL yang harus pindah dari tempat yang sekarang yaitu di sekitar akses utama Masjid Banten Lama ke tempat baru yang nanti kami sediakan di sekitar kawasan Terminal Sukadiri,” katanya.

Andika menyebut, persiapan lahan pengganti bagi para PKL itu akan dilakukan dalam waktu sekitar satu pekan ke depan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Pemprov Banten. Andika meminta para PKL untuk mematuhi ketentuan tersebut dan tidak merasa khawatir akan kehilangan pembeli, mengingat para pembeli yang disasar oleh para PKL itu juga nantinya akan melintasi kawasan atau tempat di mana para PKL dipindahkan.

“Lahan baru buat PKL yang disediakan Disindag nanti ya di sekitar Terminal Suakadiri. Nanti kan, peziarah dan wisatawan juga lewat situ akses ke Masjidnya selama akses uatama ditutup karena ada pembangunan zona inti itu,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wail Gubernur Andika Hazrumy telah mencanangkan proyek revitalisasi Banten Lama dengan tujuan agar kawasan wisata ziarah dan sejarah Banten Lama tersebut bersolek dan menjadi destinasi wisata berkelas Internasional.

Pemprov Banten mengambil alih pekerjaan penataan kawasan Banten Lama dari Pemkot Serang sebagai pemerintah daerah yang berwenang. Melalui persetujuan pemerintah pusat, Pemprov Banten kemudian menggandeng Pemkot Serang dan Pemkab Serang sebagai pemda dimana wilayahnya masuk ke dalam kawasan Banten Lama, untuk bekerja sama menggarap proyek tersebut. Pemprov Banten sendiri telah memutuskan untuk menganggarkan dana sebesar Rp 220 miliar dalam beberapa tahun anggaran ke depan.

Sejak dicetuskan, Pemprov Banten langsung tancap gas dengan melakukan pembangunan jalan akses menuju dan dari kawasan Banten Lama dengan melakukan betonisasi sejumlah ruas jalan tersebut. Ruas jalan dimaksud di antaranya jalan akses Banten Lama dari Kota Serang yang melalui Desa Kasemen dan ruas jalan akses Banten Lama dari Kabupaten Serang yang melalui Desa Kramatwatu. 

Terakhir, Pemprov Banten juga tengah melakukan pengerukan kanal-kanal yang mengitari kawasan inti Banten Lama agar kanal-kanal yang selama ini tertutup lumpur dan tidak berfungsi sebagaimana asalnya, agar dapat berfungsi kembali, yakni bisa dialiri air dan dijadikan wisata air.