Gubernur: ASN Wajib Tumbuhkan Semangat Anti Korupsi

-

Gubernur Banten Wahidin Halim mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Banten untuk terus menumbuhkan semangat anti korupsi.

"Semangat anti korupsi harus tetap ditumbuhkan karena sudah menjadi komitmen bersama sesuai dengan semangat nawacita dan juga revolusi mental," tegas Gubernur Wahidin usai membuka Diklatpim IV dan Prajabatan Golongan III di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Karang Tanjung, Pandeglang, Senin (12/02/2018).

Menurut Gubernur, diselenggarakannya Diklatpim sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan aparatur di Banten, baik dari sisi kognitif, edukatif maupun kompetensi secara operasional masing-masing ASN di Provinsi Banten dan juga kabupaten/kota.

Sehingga, kata Gubernur, hasil dari Diklatpim ini nantinya diharapkan terjadi perubahan-perubahan yang signifikan, dari sisi disiplin dan kompetensi ASN di Banten. Termasuk juga dalam hal upaya pemberantasan korupsi yang sudah menjadi komitmen awal di masa kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim di Provinsi Banten.

"Semangat anti korupsi harus terus ditumbuhkan termasuk melalui Diklatpim ini," jelasnya.

Gubernur WH juga berpesan untuk tidak menjadikan Diklat ini sekedar untuk memenuhi persayaratan dan prosedur semata, melainkan sebagai proses pembelajaran.

“Belajarlah, bekerjalah dengan baik. Lakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.

Kepala BPSDM Banten Endrawati mengatakan, dalam Prajabatan dan Diklatpim yang diikuti sekitar 160 orang tersebut, tema pemberantasan korupsi menjadi salah satu materi yang disampaikan dari empat materi dalam diklatpim tersebut. Menurutnya, dalam prajabatan pola khusus yang dilaksanakan selama tujuh hari tersebut, ada empat materi yang disampaikan kepada para peserta yakni wawasan kebangsaan, pemberantasan korupsi, manajemen ASN dan pola pikir ASN.

"Di prajabatan pola umum dan integrasi juga ada materi anti korupsi meskipun 40 persen merupakan materi pola pikir ASN dari empat materi tersebut," kata Endrawati.

Ia mengatakan, prajabatan dan diklatpim tersebut diikuti sekitar 160 peserta dari ASN kabupaten/kota, terdiri dari 80 orang peserta prajabatan dari yang tadinya Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Tenaga Harian Lepas (TLH) yang sudah diangkat menjadi ASN.

"Ini prajabatan terpendek dan tercepat," kata Endrawati didampingi Kasubid Penembangan Kompetensi Manajemen pada BPSDMD, Eris Farid.