Libatkan 29 negara, Andika sambut baik BDF 2017

-
SERANG - Event internasional Bali Democracy Forum (BDF) yang melibatkan 29 kepala negara rencanannya akan segera digelar di Provinsi Banten, mendapat informasi tersebut Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyambut baik event yang akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang tersebut. 
 
BDF yang mulanya akan digelar di bali pada 7 hingga 8 Desember mendatang tersebut, dipindahkan ke ICE BSD Tangerang lantaran situasi yang tidak kondusif karena erupsi Gunung Agung sejak pekan lalu. ICE BSD menjadi lokasi pilihan atas perintah Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla beberapa waktu lalu. 
 
Hajat besar BDF sendiri merupakan forum antar-pemerintah yang digagas sejak 2008 lalu sebagai wadah bertukar pengalaman demokrasi. Tujuan utama forum tersebut adalah mendorong serta memperkuat kerja sama regional dan internasional, terutama terkait isu demokrasi dan perdamaian.
 
Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur Provinsi Banten, Andika Hazrumy mengungkapkan berbangga dipercaya menjadi tuan rumah event internasional tersebut. Apabila diambil sisi positifnya Andika menilai melalui event tersebut dapat lebih mengenalkan Provinsi Banten ke dunia internasional. 
 
"Saya berharap gelaran acara Bali Democary Forum ini dapat memberikan kontribusi segi potensi pariwisata yang baik di Banten," ujar Wakil Gubernur Provinsi Banten, Andika Hazrumy ketika ditemui di kantor pada Selasa (5/12/2017).
 
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan  Provinsi Banten sebagai tuan rumah memiliki kewajiban untuk mensukseskan event internasional tersebut. Jika melihat lokasi, Andika yakin kegiatan dapat berjalan dengan lancar, lantaran ICE BSD memiliki fasilitas yang lengkap mengingat ICE kerap dijadikan venue acara-acara besar bahkan hingga tingkat internasional.
 
"dengan kaitan venue, kami juga punya fasilitas yang baik untuk kegiatan, seperti exhibition dan kegiatan internasional," pungkasnya.
 
Menjelang pagelaran BDF 2017, sejumlah negara sudah mengkonfirmasi kehadirannya. Dari 29 Negara yang akan hadir 16 diantaranya diwakili oleh menteri luar negeri dan 10 wakil menteri luar negeri. (*)