Andika buka pintu bagi akademisi yang hendak membantu Banten

-
SERANG - Wakil Gubernur Provinsi Banten, Andika Hazrumy membuka pintu kepada akademisi yang hendak membantu Pemerintah Provinsi Banten, khususnya dalam bentuk kajian akademis dengan tujuan pembangunan serta mengembangkan berbagai potensi seperti pariwisata di Banten.
 
Hal tersebut diungkapkan Andika Hazrumy ketika menyambut kedatangan rombongan Universitas Parahyangan asal Bandung, Provinsi Jawa Barat yang tengah melakukan studi program arah pembangunan Pemerintah Provinsi Banten. Andika menyambut positif para akademisi baik ditingkat sarjana, magister hingga doktor di bidang arsitektur tersebut yang memiliki keinginan memberikan masukan sebagai salah satu bentuk implementasi dari ilmu yang selama ini mereka dapatkan di bangku kuliah. 
 
Terlebih, lanjut Andika Unpar memiliki kaitan yang historikal dengan Provinsi Banten, dimana salah satu pendiri unpar tersebut menjadi akademisi pertama yang pernah malakukan studi terhadap suku baduy di Kabupaten Lebak. 
 
"Saya selaku pemerintah Provinsi Banten sangat terbuka bagi siapapun yang ingin membantu proses pembangunan di Provinsi Banten," ujar Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy
 
Andika mengungkapkan bahwa, di sektor pariwisata Banten memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, setidaknya tercatat 1.166 daya tarik wisata beras di Provinsi Banten baik wiasata bahari, wiasata pegunungan, wisata budaya hingha wisata religi, yang memang perlu untuk dikembangkan sedemikian rupa agar dikenal oleh masyarakat luas sehingga berdampak pada meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 
 
"Mereka ini kan arsitek, jika mereka mau membantu membuat kajian analisis, membuat sedemikian rupa agar menarik wisatawan kan bagus," pungkasnya.
 
Sementara itu, Kepala Prodi Arsitektur Pasca Sarjana Unpar, Purnama Salura mengungkapkan ketertarikannya melakukan studi di Provinsi Banten, selain karena memiliki kaitan historikal dengan Provinsi Banten juga sebagai salah satu upaya penerapan tri darma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat. 
 
"Kami harus mengamalkan apa yang kami punya, kemudian kan pemgabdian masyarakat, semoga ada tindak lanjutnya ada masukan-masukan serta analisis-analisis dari akademisi," pungkas Purnama Salura. (*)